Programmer bikin bisnis sendiri?

Pintu rezeki yang ngga kita buka.. ini salah satunya, bikin bisnismu sendiri! atau istilah yang lebih populer sekarang, startup. Ngoding sendiri memang ngga gampang, apalagi ditambah bisnis. Kamu harus siap menemukan banyak pekerjaan ekstra yang perlu dilakukan kalau memang mau membuat bisnis sendiri. Ngga gampang, tapi bukan ngga mungkin. Butuh satu buku sendiri untuk membahas bagaimana membuat bisnis, saya hanya akan menjelaskan beberapa poin pentingnya disini. Meskipun bukan ahli di bidang bisnis, tapi setelah menjalankan sekolahkoding beberapa lama, saya sadar, tanpa investasi miliaran, tanpa kantor yang besar, tanpa endorsement dari artis yang populer, kamu tetap bisa menjalankan bisnismu sendiri. Kamu bisa mulai dari ide atau dari melihat masalah yang ada dan memberikan solusi ke masalah ini. Ide? orang lain belum tentu butuh. Masalah? sudah jelas ada yang butuh. Bisa jadi solusimu menghemat waktu orang lain, menghemat uang dan masih banyak lagi nilai-nilai yang bisa kamu kontribusikan. Kamu bikin sesuatu yang “wah”, ngga akan ada yang tahu sampai kamu umumkan. Kalau kamu bertapa 3 bulan bikin program tapi hanya di localhost, ngga akan ada yang tahu. Berani publish di social media dan minta pendapat orang lain. Bukan hanya pendapat teman atau keluarga, karena orang- orang yang dekat dengan kita hanya akan memuji untuk membuat kita senang. Alternatifnya cari tahu siapa target konsumer kamu, untuk siapa bisnismu ini. Kamu bisa cari di dunia maya atau di dunia nyata. Tanyakan pendapat mereka tentang produk kamu, pendapat yang jujur orang-orang ini. Fakta menariknya kamu ngga harus sendiri. Kamu bisa cari teman seperjalanan, partner yang rela ngga dibayar, mau berjuang bersama di awal. Saling mengisi kekurangan, jangan cari partner yang semuanya programmer, cari designer, cari orang bisnis, cari orang marketing, cari ahli copywriting. Saling mengisi kekurangan. Tapi kalau mereka ngga dibayar mana mungkin mau bergabung? Mungkin! ceritakan apa visi misi kamu, kenapa bikin bisnis ini, masalah apa yang mau diselesaikan. Siapa yang tahu kalau mereka memang tertarik dan peduli dengan masalah ini. Urusan uang kamu bisa membagi saham di awal, kalau nanti bisnisnya sudah jalan. Yang sering dipraktekkan juga, orang-orang tetap bekerja di suatu perusahaan atau membuat jasa pembuatan program sambil menjadikan bisnisnya ini pekerjaan sampingan, agar tetap menghasilkan. Selama ini kita punya teman untuk olahraga, ada teman bermain game, dan hobi-hobi lain. Kenapa hanya membatasi diri disini? kenapa ngga nyari teman yang sama-sama mau berubah dan berjuang. Mulai dari hal yang kecil, jangan menggabungkan banyak hal menjadi satu, semakin banyak yang mau dikerjakan, semakin banyak beban yang akan datang. Menyerah di jalan, proyeknya terbengkalai, hilang semangat dan lain-lain. Fokus ke satu hal, fokus menyelesaikan satu masalah. Eliminasi bagian yang tidak penting. Masih banyak diantara kita yang merasa “semakin banyak semakin bagus”. Padahal semakin banyak semakin repot. Cari satu hal, inti dari produk yang mau kamu buat, eksekusi ini dengan sangat baik, lempar ke publik, lihat tanggapan yang jujur dan perbaiki dari sini, terus ulangi siklus ini. Jangan khawatir nanti kamu bisa terus merubah atau menambahkan produkmu kalau memang diperlukan. Tidak seperti dongeng, ngga semua berakhir indah. Jangan berharap produk pertama kita akan langsung berhasil. Semua ada prosesnya, kamu akan belajar dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain. Jangan marah kalau produk kamu ngga diterima, sebaliknya tanyakan kenapa ngga diterima, memang produknya ngga diperlukan? atau eksekusinya yang kurang baik? jujur dengan diri sendiri, bukan dengan menebak-nebak tapi menanyakan ke penggunanya langsung. “Semua langkah pertama berat, tapi semua perjalanan di mulai dari langkah pertama”
foto Hilman Ramadhan

Ditulis oleh Hilman Ramadhan

1 tahun yang lalu