Programmer tidak sendiri

Mitos yang sering beredar di masyarakat, programmer hidupnya sendiri, di gurun, ngga ada apa-apa, ngga ada siapa-siapa. Tenang aja, ini juga gosip. Saya kenal banyak programmer yang sudah berkeluarga dengan anak-anak yang ceria, jadi jelas ini hanya mitos. Seperti yang disampaikan di bagian sebelumnya, programmer perlu mengerti alasan dan apa yang sedang dibuat. Perlu komunikasi ke orang-orang yang sesuai dengan tema yang dibuat. Jangan berharap akan ada pengguna website atau aplikasi kita secara automatis, kalau kita ngga kenal masalah yang kita berusaha buat solusinya ini. Kamu punya orang-orang yang sudah lebih dulu melewati masalahnya yang siap membantu, kamu punya orang-orang yang siap berjuang bersama-sama dan ada juga orang-orang yang akan datang yang baru mau belajar butuh bantuan kamu. Dulu, sekarang dan masa depan akan penuh dengan orang lain. Komunitas programmer pun menjadi salah satu komunitas yang sangat aktif . Selain forum-forum yang ada di dunia maya, ada banyak konferensi di skala besar perusahaan, meetup-meetup kecil di kota-kota atau study-club di beberapa kampus. Tentunya anggotanya manusia, bukan butiran pasir. β€œTapi di kota saya ngga ada!” ingat jangan cari alasan tapi cari jalan. 1. Kamu bisa keluar kota, bergabung dengan komunitas di kota terdekat dan no. 2 kamu bisa memulai, membuat komunitasnya di kota kamu. Mulai dari 2-3 orang sampai ruangan kamu nanti ngga sanggup menampung semua anggotanya. Pada saat teman-teman bekerja di suatu perusahaan pun, akan ada senior, orang yang lebih dulu mengerjakan programnya, kalau ngga mau tersesat dan merusak program perusahaan di hari pertama, jelas perlu komunikasi dengan sang senior. Seperti apa alur programnya, masalah struktur, problem sejauh ini dan hal-hal yang perlu diperhatikan lainnya. Belum lagi dengan designer, konflik akan banyak terjadi kalau komunikasi ngga bagus. Masalah kecil seperti ukuran icon yang ingin diperbesar, warna detail dalam hexacolor, dan segudang pekerjaan lainnya, akan mengubah suasana pekerjaan jadi ngga nyaman kalau kita ngga berkomunikasi. Masih ada lagi hubungan denga bos, klien atau pengguna. Mencari partner di level yang sama juga perlu, bukan hanya yang levelnya di atas atau levelnya di bawah, tapi punya sosok rival, akan menambah semangat untuk terus improve skill yang kamu punya. Sama-sama terus berkembang!

avatar hilmanski

Ditulis oleh @hilmanski

"luaskan ilmu & luaskan manfaat"