Menginvestasikan uang

Boleh deh, tapi free kan? Pertanyaan yang ngga asing lagi di forum-forum. Berapa banyak waktu dan uang yang dipakai untuk hiburan? menonton bioskop? makan makanan fast food? jalan-jalan? Kita jarang berpikir dua kali untuk hal-hal ini , tapi bagaimana dengan ilmu dan mengembangkan diri kita sendiri? Rasanya berat untuk mengeluarkan uang? Sayangnya hiburan ngga bertahan lama. Seperti minum air laut, efeknya hanya menambah rasa haus. Cepat atau lambat teman-teman akan sadar investasi ilmu ke diri sendiri sangat penting , kalau sekarang berhenti belajar, sama saja menyerah dengan cita-cita kita dan bersiap menjadi rata-rata. Kalau mental kita selalu “boleh deh, tapi free kan?” , kita ngga akan maju. Uang itu bisa dicari, uang itu alat, bukan tujuan. Jangan mengeluarkan alasan “saya masih mahasiswa, saya masih pelajar, saya ngga bisa kerja” Kata siapa? kamu bisa kerja, tapi kamu ngga ada usaha untuk kerja. Ngga harus kerja skill, bisa juga non-skill, yang penting menghasilkan uang, untuk kamu berinvestasi lagi ke diri sendiri. Bukan hanya investasi berupa ilmu, investasi berupa barang pun perlu dilakukan. Saya sampai sekarang tidak menyesal membeli “meja berdiri” meja agar saya bisa bekerja dalam posisi berdiri atau membeli ekstra monitor agar pekerjaan menjadi lebih produktif. Jangan melihat uang hanya nilainya saat ini, ada banyak hal yang bisa kita investasikan dengan uang. “Waktu terbaik untuk investasi adalah di masa lalu” - unknown

avatar hilmanski

Ditulis oleh @hilmanski

"luaskan ilmu & luaskan manfaat"