Memilih bahasa program untuk BackEnd

Bingung harus belajar bahasa backend apa? pilihannya banyak banget, ada PHP, Ruby, Python, GoLang dan masih banyak lagi!


Hampir semua bahasa program menawarkan hal yang sama, selama kamu mempelajari dasarnya, bukan tidak mungkin untuk menguasai lebih dari satu bahasa. Tapi tetap saja, muncul pertanyaan, yang mana yang harus kamu pelajari duluan?


Semoga artikel ini bisa membantu kamu untuk menentukan pilihan.


Jawaban singkatnya, mulai dari apa tujuan kamu mempelajarinya.


1.Kerja di perusahaan


Kalau kamu ingin bekerja, kamu ingin bekerja di mana? buka website perusahaan tersebut dan lihat halaman lowongan kerjanya, coba baca apa skill dari backend developer yang sedang mereka cari, jadikan bahasa yang mereka gunakan bahasa pilihanmu.


2.Proyek sendiri


Untuk mengerjakan proyek sendiri tentu jauh lebih fleksibel. Kamu bisa pilih apa saja. Bisa lihat sekilas masing-masing bahasa, kira kira mana yang syntaxnya menurut kamu cantik dan senang kamu gunakan.


Kalau proyek kamu punya waktu yang cukup panjang dan termasuk "proyek iseng" bukan kerjaan yang mendesak, kamu boleh juga bereksperimen dengan bahasa program baru, karena ada waktu yang cukup untuk mempelajarinya.


3.Berdasarkan kekuatan


Masing-masing bahasa program punya keunggulan dan kekurangan. Saat kamu baru mulai dan sekedar ingin membuat REST API atau website sederhana misalnya, saya bisa bilang, mana saja yang kamu pilih tidak menjadi masalah. Toh kamu bisa berganti ganti bahasa selama perjalanan kamu di dunia programming.


Adapun beberapa bahasa program, punya kelebihan ketika kamu memilihnya. Berikut beberapa pertimbangan.


PHP:

-Memang dirancang untuk membuat website oleh pembuatnya

-Punya komunitas yang besar termasuk di Indonesia.

-Wordpress, CMS yang menjalankan banyak website di dunia dibuat dengan PHP.

-Framework Laravel yang sangat ramai digunakan juga menggunakan PHP.


Python:

-Syntaxnya sangat cantik. Tidak ada titik koma atau kurung kurawal.

-Digunakan di Data science, Machine Learning, AI, dll.


Node JS (Javascript):

-Menggunakan bahasa Javascript yang juga digunakan di frontend website. (belajar satu bahasa untuk fullstack)

-Javascript digunakan di banyak hal: website, internet of Things (IoT), platform membuat aplikasi mobile (React Native, Nativescript, etc.)

-Dibuat untuk aplikasi yang banyak berinteraksi antar browser dan server. contoh: aplikasi chat, game, sesuatu yang real time


GoLang:

-Dibuat oleh tim Google, yang memang dirancang untuk menangani aplikasi besar dan memanfaatkan hardware modern.

-Sangat ketat dalam aturan, membantu mengurangi bug dalam pengembangan

-Banyak perusahaan berskala besar yang menggunakan ini.


Firebase , Supabase, dll:

Ini dikenal sebagai BaaS (backend as a service) mereka menyediakan banyak fitur termasuk sistem authentikasi, database realtime, dan masih banyak lagi. Perlu diperhatikan mereka dasarnya sebuah perusahaan yang semakin aplikasi berkembang akan ada biaya yang perlu dibayar. Tentu jika aplikasi kamu menghasilkan, layak mempertimbangkan alat seperti ini.


Masih ada bahasa program lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.





avatar hilmanski

Ditulis oleh @hilmanski

"luaskan ilmu & luaskan manfaat"