Filsafat Teknologi. #3 Hubungan Filsafat science dan teknologi.

Sebenarnya, filsafat science itu lebih cenderung positivistik, Logika Positivistik itu aliran berpikir yang hanya mengakui kebenaran rasional, empirik, inderawi, objektif. Logika Positivistik mengandalkan kemampuan pengamatan secara langsung (empiris) penalaran yang digunakan induktif.


Yang kedua mungkin, filsafat science lebih ke teoritis, lebih ke teori penjelasan.


Sedangkan filsafat teknologi itu lebih cenderung pragmatis, pragmatis artinya bersifat mengutamakan segi kepraktisan dan kegunaan.


Tapi sebenarnya hubugan antara filsafat science dan filsafat teknologi saling menguatkan, bahkan ternyata, perkembangan science itu terpengaruhi oleh teknologi itu sendiri. Paradigma science juga berubah karena teknologi.


Misanya Geosentrisme menjadi heliosentrisme, bapak Galileo Galilei, menciptakan teropong untuk melihat benda angkasa. Banyak teknologi yang mengubah paradigma kita tentang alam semesta, dan merubah alam semesta itu sendiri.


Nah ada pernyataan unik dari Martin Heidegger,

" Teknologi itu datang secara kronologi setalah science, namun secara ontologi mendahului science."


Jadi secara ontologi, science itu sebenarnya bersandar kepada teknologi untuk perkembangannya atau penemuan penemuannya. Seperti dari alat alatnya contohnya.


Dan secara kronologis tentunya, filsafat science udah ada sejak dulu, dan filsafat teknologi datang abad 20.


Tapi itu pernyataan dari Martin Heidagger. Jika Pernyataan dari Don Ihde, Pemikir dari Amerika, Bahwa,

" Secara kronologis dan ontologi teknologi itu mendahului science. "


Karena dari abad 15 pun pemikiran tentang teknologi sudah ada. Ya tapi dengan batas batas tertentu juga.


Itulah hubungan antara filsafat science dan filsafat teknologi.


Selanjutnya kita akan berbicara tentang Persepsi atau sudut pandang manusia akibat teknologi.


avatar randynetworks

Ditulis oleh @randynetworks

"Untuk meraih sesuatu, harus mengorbankan sesuatu juga."