Filsafat Pemrograman

Jika sebelumnya kita berbicara tentang filsafat teknologi secara umum, namun kali ini kita sedikit berfilsafat tentang Pemrograman. Pemrograman adalah bagaimana cara kita mereprensetasikan algoritma kedalam bentuk perangkat lunak/perangkat keras. Pemrograman identik dengan bahasa pemrograman, yang tentunya sangat banyak sekali, dan terkadang, di fase inilah kita merasa tertekan dan stres mengerjakannya. Namun ternyata, ada sebuah filosofi kehidupan, makna hidup yang di gambarkan oleh pemrograman.


Kita tidak berbicara tentang pemrograman secara teknis, namun kita akan telusuri makna dari pemrograman untuk hidup kita. Menurut saya, pemrograman tidak hanya sebagai cara kita bekerja atau cara kita menulis algoritma. Pemrograman memberikan pengalaman yang luar biasa untuk kita. Hal pertama yang diajarkan oleh pemrograman adalah Berfikir Logis. Satu hal yang membedakan manusia secara sadar dengan makhluk hidup lain adalah Logika. Dari pemrograman, kita diajarkan selalu berfikir logis, efisien, dan berfikir agar apa yang kita lakukan tidak menimbulkan masalah baru. Dan ini menjadi ajaran bagus buat hidup kita. Berfikir logis untuk menyelesaikan masalah kehidupan, efisien dalam pekerjaan agar bisa produktif, serta berfikir dua kali atau lebih agar kita tidak melakukan kesalahan dalam hidup.


Selanjutnya adalah kesabaran. Pemrograman memanglah rumit dan selalu akan ada masalah yang biasa kita sebut bug. Bug ini yang kadang buat kita emosian dalam mengarap sebuah program, tapi ternyata, inilah salahsatu cara kita melatih emosi, mengatur kesabaran, meredakan marah, mempertahankan motivasi, menahan diri agar tidak cepat bahagia, disini lah kita dilatih.


Terakhir adalah kedisiplinan. Pemrograman dalam lingkup mana pun tentu ada yang disebut deadline, artinya batasan waktu yang kita atur agar apa yang dikerjakan, bisa sesuai waktu yang ditentukan. Disini kita dilatih untuk lebih peka terhadap waktu, menyusun jadwal pengerjaan, dan tentu melatih diri kita agar tidak egois terhadap diri sendiri, dalam kata lain kita harus sadar apakah kita memaksakan diri atau tidak. Impelementasi dalam hidup jelas adalah kita akan menjadi manusia yang tepat waktu, produktif dalam kerjaan, dan yang penting disiplin pada diri kita sendiri.


Semakin lama kita melakukan pemrograman, atau semakin banyak apa yang kita selesaikan, maka kita akan terlatih menjadi manusia yang logis, sabar ketika mendapatkan cobaan, tidak gampang emosi, selalu berjuang dalam hidup, menjadi lebih tenang ketika menagani sebuah permasalahan dan disiplin terhadap apapun.


Namun tentu saja, terkadang kita selalu menolak ajaran guru besar ini, karena kita belum menyadari seberapa dalam makna dalam pemrograman, seberapa besar dampak pemrograman untuk diri sendiri kita hanya tau pemrograman sebagai alat saja. Coba lah untuk membuka alam pikiran baru, mindset baru, pola pikir baru. Jika kita melihat apa pun itu, cobalah lihat dalam sudut pandang yang baik, apa manfaat buat diri kita.


avatar randynetworks

Ditulis oleh @randynetworks

"Untuk meraih sesuatu, harus mengorbankan sesuatu juga."