Error itu proses

Bug alias error akan menjadi teman setia kita selama ngoding, bukan hanya saat belajar tapi saat bekerja pun, bug ngga akan meninggalkan kita sendiri. Bisa jadi waktu yang kita pakai berjam-jam sampai stress hanya karena lupa menggunakan tanda koma saat memisahkan sesuatu. Bisa jadi kesalahan fatal seperti logika program, penggunaan if- else yang terbalik dan error-error lainnya. Tenang! Baca error dengan tenang, jangan panik. Sebagian besar bahasa program menyediakan laporan error yang jelas. Apa kemungkinan kesalahan yang dibuat dan pada baris berapa kesalahan ini terjadi. Belajar membaca error, tanpa terburu-buru. Dokter yang panik ngga akan bisa memberikan obat yang benar ke pasiennya. Asal suntik bagian yang salah hanya akan menambah derita pasiennya. Asal mengubah kode tanpa melihat betul masalahnya, hanya akan membawa error-error lainnya. Belajar β€œdebug” atau mencari error dengan teliti. Contoh ketika kamu punya 3 fungsi yang saling berhubungan. Belum tentu errornya ada di fungsi yang ketiga, bisa jadi kesalahannya ada di fungsi pertama. Untuk itu perlu mencari akar dari kode yang kita tulis. Periksa dengan teliti kemungkinannya. Hentikan program di fungsi satu dan lihat hasilnya, kalau tidak ada masalah, coba ke fungsi 2, coba ke fungsi 3 dan seterusnya. Jadikan error seperti rival. Setiap dia muncul, bilang dalam hati, ada satu ilmu baru lagi yang akan saya dapat, ada satu tantangan lagi yang siap saya lewati.

avatar hilmanski

Ditulis oleh @hilmanski

"luaskan ilmu & luaskan manfaat"