Era The Next Level

Era The Next Level adalah era dimana kita hidup sekarang, era dimana requirement naik satu tahap atau bahkan lebih. Dulu orang bisa hidup adalah hal yang membahagiakan sekali, Dulu orang bisa belajar formal adalah hal yang membahagiakan sekali, Dulu orang bisa browsing ke internet adalah hal yang membahagiakan sekali, Dulu orang yang bisa algoritma dan bahasa pemrograman komputer adalah hal yang membahagiakan sekali. Namun bagaimana dengan sekarang?


Dengan adanya trigger berupa internet, membuat kelas seseorang naik satu level. Harusnya seperti itu. Namun yang terjadi sekarang adalah ketidakmampuan. Malah dengan adanya internet, seseorang turun satu level. 

Dulu mungkin malu bertanya sesat di jalan, namun sekarang, mau browsing sesat dijalan. Sangat aneh sebenarnya melihat lingkungan seperti ini, khususnya untuk masyarakat modern. Mari kita cek permasalahannya seperti apa.


Misalnya seperti mahasiswa. Dengan teknologi mereka yang canggih, internet mencukupi dan segala hal tersedia, mereka masih mengandalkan dosen untuk mendapatkan informasi. Hakikat dari dosen adalah tempat diskusi. Kita berdiskusi dengan dosen lewat pengalamannya dan kegiatan di bidangnya. Namun yang terjadi, bahkan mahasiswa masih kesulitan terhadap tugas dari dosennya, atau bahkan kena mental karena tidak bisa mengikuti kuliahnya. Mahasiswa seperti ini sudah ketinggalan zaman, memang, mahasiswa modern, canggih pada gadget dan teknologinya, namun sebenarnya mereka ketinggalan zaman.


Kenaikan level di era ini adalah sebuah seleksi alam paling sulit, bahkan lebih sulit dari zaman perang. Zaman perang mereka mati langsung di tempat dan mereka mengetahui bahwa dia akan mati. tapi era ini, mereka akan "mati perlahan" dan tidak tau mereka akan "mati". Ini lah yang menyebabkan muncul istilah seperti gabut, pw, depresi, lelah mental, mider dan kata kata unik lainnya. 


Kembali pada mahasiswa, mahasiswa yang harus diluluskan dari kampus, bukan berlandas pada IPK yang besar atau keuangan yang lunas, namun karena kualitasnya teruji. Teruji secara mental bidangnya, dan bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah. Sehingga memang, kembali lagi, ada penaikan kualitas. Semakin lama mahasiswa menunda apa yang mereka bidangi, maka semakin ketinggalannya mereka. Misalnya seperti era dulu, dulu ketika algoritma muncul pertama kali, orang orang langsung bisa mendiskusikan dan mempelajarinya, era sekarang kita bukan lagi mendiskusikan algoritma, karena itu sudah tidak perlu di pertanyakan lagi, terkecuali algoritma yang rumit untuk sebuah perhitungan besar misalnya, dasar pemrograman juga sudah tidak perlu lagi di pelajari karena itu sudah seperti nafas programmer. 


Jadi maksud saya adalah standar dari kualitas atau pendidikan mahasiswa sudah berubah, hal hal yang mendasar bukan lagi tuntutan, namun sudah menjadi nafas yang harus di lalui, sehingga, semakin lama kita menunda, artinya semakin banyak yang akan di pelajari, dan semakin terseleksi kita jika tidak memenuhi standar yang baru. 

Jika mengutip tentang investasi, Waktu investasi yang pas adalah dulu dan waktu kedua yang pas adalah sekarang. Apalagi jika kita hidup di dunia teknologi.


 


avatar randynetworks

Ditulis oleh @randynetworks

"Untuk meraih sesuatu, harus mengorbankan sesuatu juga."