Analisa dan Perancangan Sistem Informasi #3 Metodologi Pengembangan Sistem

Ada yang disebut sebagai Systems Development Life Cycle (SDLC) yang merupakan metodologi umum dalam pengembangan sistem yang menandai kemajuan usaha analisis dan desain.


SDLC juga punya fase-fase sebagai berikut : 


1. Identifikasi dan seleksi proyek


Merupakan langkah pertama dalam SDLC keseluruhan informasi yang dibutuhkan oleh sistem: identifikasi, analisis, prioritas, dan susun ulang. 

   

  Dalam tahapan ini ada beberapa hal yang harus kita lakukan, diantaranya :


  • Mengidentifikasi proyek-proyek yang potensial
  • Melakukan klasifikasi dan merangking proyek
  • Memilih proyek untuk dikembangkan


2. Inisiasi dan perencanaan proyek


Pada tahap ini ditentukan secara detail rencana kerja yang harus dikerjakan, durasi yang diperlukan masing-masing tahap, sumber daya manusia, perangkat lunak, perangkat keras, maupun financial diestimasi. Biasanya hal-hal tadi dituangkan dalam jadwal pelaksanaan proyek.


3. Analisis

   

   Ada enam aktivitas utama dalam fase ini :

  1. Pengumpulan Informasi
  2. Mendefinisikan sistem requirement (kebutuhan sistem)
  3. Memprioritaskan kebutuhan
  4. Menyusun dan mengevaluasi alternatif
  5. Mengulas kebutuhan dengan pihak manajemen


4. Desain


Tahapan desain sistem dapat dibagi jadi 2 tahap, pertama tahapan desain logis (logical design) dan tahapan desain fisik (physical design). Nah, perbedaan dari keduanya adalah:   


  •  Desain Logikal

Hasil dari tahapan ini adalah :

  1. Deskripsi fungsional mengenai data dan proses yang ada dalam sistem baru
  2. Deskripsi yang detail dari spesifikasi sistem, meliputi : Input (data apa saja yang menjadi input) , Output ( informasi apa saja yang menjadi output), Process (prosedur apa saja yang harus dieksekusi untuk mengubah input menjadi output).


  •   Desain Fisikal

Deskripsi teknis, mengenai pilihan teknologi perangkat lunak dan perangkat keras yang digunakan

  1. Deskripsi yang detail dari spesifikasi sistem
  2. Modul-modul program, meliputi :   File-file , Sistem jaringan , Sistem perangkat lunak



    Pada tahapan desain, ada beberapa aktivitas utama yang dilakukan, yaitu :

   

  1.  Merancang dan mengintegrasikan jaringan
  2.  Merancang arsitektur aplikasi
  3.  Mendesain antar muka pengguna
  4.  Mendesain sistem antar muka
  5.  Mendesain dan mengintegrasikan database
  6.  Membuat prototype untuk detail dari desain
  7.  Mendesain dan mengintegrasikan kendali sistem.


5. Implementasi


  Pada tahapan kelima SDLC ini terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan, yaitu :

  1. Testing (program, konfirmasi dng pengguna )
  2. Instalasi


6. Pemeliharaan

  Langkah terakhir dari SDLC dimana pada tahapan ini sistem secara sistematis diperbaiki dan ditingkatkan.


Setelah Mengenal tentang SDLC, mari kita perdalam tentang model model apa saja yang ada di SDLC.


Model Waterfall

Jadi apa itu model waterfall ? model waterfall adalah pengembangan perangkat lunak yang menekankan fase-fase yang berurutan dan sistematis, dimulai dari spesifikasi kebutuhan konsumen dan berkembang melalui proses perencanaan (planning), pemodelan (modelling), pembangunan (construction), dan penyebaran (deployment), yang berujung pada dukungan terus menerus untuk sebuah perangkat lunak yang utuh.


Screenshot-from-2021-01-23-15-06-54.png

ini adalah contoh dari waterfall.


Model Rapid Application Development (RAD)

Jadi RAD sendiri adalah model proses pembangunan perangkat lunak yang tergolong dalam teknik incremental (bertingkat). RAD juga menekankan pada siklus pembangunan pendek, singkat, dan cepat. Waktu yang singkat adalah batasan yang penting untuk model ini.


Rapid application development menggunakan metode iteratif (berulang) dalam mengembangkan sistem di mana working model (model bekerja) sistem dikonstruksikan di awal tahap pengembangan dengan tujuan menetapkan kebutuhan (requirement) user dan selanjutnya disingkirkan. Working model digunakan kadang-kadang saja sebagai basis desain dan implementasi sistem final.


c5e76-capture.jpgini adalah contoh dari Rapid Application Development


Model Prototype

Model Prototype adalah salah satu metode pengembangan software yang mengijinkan pengguna/user memiliki gambaran awal tentang progam yang akan dikembangkan serta melakukan pengujian awal. Metode ini menyajikan gambaran lengkap dari suatu sistem perangkat lunak, terdiri atas model kertas, model kerja dan progam.


1-wjc32s-UJGVAe-c-amx-Rx-Q.png

Ini adalah contoh dari Model Prototype



Model Spiral

Model spiral adalah model proses software yang evolusioner yang merangkai sifat iteratif dari prototipe dengan cara kontrol dan aspek sistematis dari model sekuensial linier. Model pengembangan perangkat lunak dengan metode spiral memiliki dua model yaitu prototyping dan waterfall. Model ini dikenal dengan sebutan Spiral Boehm.


tes.gif

ini adalah contoh dari model Spiral


Itulah biasanya Model Model pada SDLC yang sering digunakan, pada dasarnya konsep dari semua model mirip, namun tahapnya saja yang berbeda. Tentunya dengan model SDLC, pengembangan software yang akan kita buat, tidak akan keluar dari jalurnya. Kamu akan berada dalam lingkup sesuai modelnya.


Sekian tentang Metodologi Pengembangan Sistem, Selanjutnya kita akan belajar tentang Konsep FlowChart dan Data Flow Diagram (DFD).


Semangat Belajar!

avatar randynetworks

Ditulis oleh @randynetworks

"Untuk meraih sesuatu, harus mengorbankan sesuatu juga."